Call Support (0324) 322291
Working Hours Everyday » 24 Hours

Sinergitas Kanit Intelkam Polsek Kadur Mediasi Isu Dukun Santet

Sinergitas Kanit Intelkam Polsek Kadur Mediasi Isu Dukun Santet

Polsek Kadur Polres Pamekasan-Pertemuan mediasi permasalahan isu santet di Dusun Prempengan Desa Kadur Kecamatan Kadur Kabupaten, yang dilaksanakan pada hari Minggu (02/08/2020) pukul 09.00 Wib, bertempat di rumah Kepala Dusun Prempengan Ustad Fathor Rozi antara pihak korban Moh. Syamsi yang anaknya meninggal atas nama Khoiriyah di duga telah disantet oleh pihak keluarga Pak Holis, Buk Julaiha dan Sarukin (satu keluarga) dengan alamat yang sama masih bertetangga tepatnya di Dusun Prempengan,

Kegiatan pertemuan mediasi tersebut dihadiri oleh, Kades Kadur H. Moh. Syaiful Haq, Toga KH. Muhyi Holik dan
K. A. Mahfud Azmi, Tomas Subairi, Kanit Intelkam Aipda Firman Abadi, Bhabinkamtibmas Brigpol Idham Kholid,
Banit Intelkam Bripka Muhamad Arik Rizkiawan, Banit Binmas Bripka Hairul Rahman, Pamong Dusun Prempengan, Pihak dari keluarga Moh. Syamsi dan Sali kurbih 30 (tiga puluh) orang dan Pihak keluarga Pak HOLIS kurbih 5 orang,

Sedangkan susunan acara dalam pertemuan mediasi tersebut diantaranya,

  1. Pembukaan oleh KH. Muhyi Holil,
  2. Pembacaan Al-Fatekhah oleh K. A. Mahfud Azmi,
  3. Pembacaan Sholawat oleh KH. Muhyi Holil,

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang diawali oleh,

  1. Kepala Desa Kadur yang intinya menyampaikan mari kedua belah pihak sama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, jika ada masalah isu santet agar berembuk kepada tokoh ulama dan diselesaikan secara kekeluargaan,
  2. Penyampaian dari keluarga Moh. Syamsi yang diwakili oleh Sali yang intinya, meminta keamanan kedepan hari tidak ada lagi orang sakit terkena santet, dan meminta tanggung jawab keamanan di masyarakat untuk tidak ada mengeluarkan kata-kata yang menyakiti tetangga, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat berakibat dituduh memiliki ilmu santet,
  3. Penyampaian dari keluarga Pak Holis yang diwakili oleh Kurdi yang intinya menyampaikan siap bertanggung jawab terhadap perbuatan yang tampak mata tetapi tidak sanggup bertanggung jawab jika mengenai hal yg tidak tampak mata (gaib sihir santet), kemudian dilanjutkan oleh Pak Holis bersumpah tidak memiliki do’a jelek sihir santet,
  4. Penyampaian oleh KH. Muhyi Holil yang intinya menyampaikan pihak keamanan dari aparat kepolisian khususnya Polsek Kadur harus peka dan turut serta untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan bagi kedua belah agar segera menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan agar tidak menjadi fitnah berkepanjangan yang meresahkan masyarakat,
  5. Penyampaian oleh Kanit Intelkam yang intinya agar pihak korban ikhlas ridho atas kematian alhmarmumah, ini sudah takdir dari Allah SWT semoga diberi kesempurnaan disisi-NYA, dan bagi pihak tertuduh agar memutihkan hati pikiran kata-kata kepada tetangga jangan sampai punya niat yang tidak baik, anggap ini sebagai ujian dan segera bertobat kepada Allah SWT, mari kedua belah pihak saling menjalin hubungan kekeluargaan jangan saling bermusuhan,
  6. Penyampaian oleh K. A.Mahfud Azmi yang intinya bahwa masalah santet sulit dibuktikan secara hukum dan solusinya adalah sumpah pocong agar kepercayaan masyarakat puas dan dengan sumpah pocong balak akan menimpa yang tidak benar, apakah pihak penuduh atau pihak yang tertuduh nantinya akan menerima adab dari Allah, SWT,

Dalam sambutan tersebut diatas dari pihak Pak HOLIS menanggapi bahwa, menyatakan siap untuk dilakukan sumpah pocong, sedangkan tanggapan dari pihak korban Moh. Syamsi tidak bersedia melakukan sumpah pocong karena anaknya atas nama Khoiriyah yang sudah meninggal tidak bisa hidup kembali, jadi intinya juga merasa percuma dilakukan sumpah pocong,”ucapnya”,

Hasil dari pertemuan mediasi tersebut Pihak keluarga Moh. Syamsi mengikhlaskan kematian dari anaknya atas nama Khoiriyah dan siap menjaga keamanan serta ketertiban di masyarakat dan tidak akan melakukan aksi yang anarkis, sedangkan Pihak keluarga Pak Holis bersumpah tidak punya do’a sihir/santet dan siap menjalani sumpah pocong serta siap menjaga keamanan ketertiban masyarakat, selanjutnya atas kesepakatan ke dua belah pihak secara kekeluargaan membuat surat pernyataan sesuai yang telah disepakati bersama serta tanpa ada paksaan dari siapapun,

Kegiatan tersebut di tutup dan di akhiri do’a oleh K. A. Mahfud Azmi hingga selesai pukul 11.00 Wib, dengan situasi aman lancar dan kondusif.

Leave a Comment